Chat with us, powered by LiveChat

PAN Diisukan Bakal Tinggalkan Koalisi Prabowo, Moeldoko: Sangat Mungkin

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan, mengaku pihaknya membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selain itu, Bara juga mengaku lebih mempercayai hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko mengatakan bahwa sangat mungkin PAN masuk kembali ke koalisi 01. Ia menyebut rencana mengajak PAN masuk dalam koalisi masih dalam tahap silaturahmi.

“Itu kan baru tahapan silaturahmi (PAN masuk koalisi),” ujar Moeldoko. “Kemungkinan ya bisa, sangat mungkin.”

Moeldoko juga menyebut dinamika politik akan terus berlangsung, termasuk penambahan partai politik dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Ia menyebut setiap pemerintah ingin memiliki pemerintahan yang kuat.

Menurut Moeldoko, pemerintahan yang kuat didukung oleh lembaga lain, seperti DPR. Ia mengatakan bisa saja kekuatan dukungan politik di DPR akan bertambah.

“Dengan kekuatan yang ada sekarang, bisa saja politik bersifat dinamis,” lanjutnya. “Bisa saja 60 persen, bisa 70 persen, bisa 80 persen. Kan begitu.”

Namun, ia menyadari dalam sebuah negara demokrasi dibutuhkan oposisi sebagai kelompok penyeimbang. Menurutnya, jika tak ada kelompok oposisi, pemerintahan tak akan ideal. Dibutuhkan kekuatan yang dominan dalam menjalankan pemerintahan.

Beberapa waktu lalu, Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, saat proses pelantikan Gubernur Maluku. Pertemuan ini disinyalir jadi pertanda keluarnya PAN dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

Menurut Bara Hasibuhan, meski PAN dalam pemilu mendukung Prabowo-Sandi, namun Zulhas tetap melaksanakan tugas kenegaraan. Bara juga mengapresiasi pembicaraan Zulhas dengan Jokowi mengenai nasib bangsa setelah Pilpres 2019.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *